art.jpg

Memberi melalui Hal Sederhana

  • Dipost oleh Admin
  • 08 November 2016 11:14:37
  •   0 Komentar

Seorang guru yang bijak tengah berjalan santai bersama salah seorang di antara murid-murid nya di sebuah taman.
Sedang asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang bekerja di sana, yang sebentar lagi akan menyelesaikan pekerjaannya.

Sang murid melihat dan kepada gurunya dia berkata :
Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi dibelakang pepohonan, nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangan. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas

Guru yang Bijak itu menjawab

Muridku, tidak pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yang kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya. Sekarang coba kamu memasukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu.

Sang murid sangat takjub dengan usulan gurunya. Dia langsung berjalan dan memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi di balik semak-semak bersama gurunya sambil mengintip apa yg akan terjadi dengan tukang kebun.
Tak berapa lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas-ngibas kan kotoran dari pakaiannya. Dia menuju tempat sepatunya yang ia tinggalkan sebelum bekerja.

Ketika ia memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu yang mengganjal di dalamnya.
Saat ia keluarkan ternyata…....uang..!
Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang..!

Dia memandangi uang itu berulang-ulang seolah ia tidak percaya dengan penglihatannya. Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tidak melihat seorangpun.

Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dalam sakunya, lalu ia berlutut sambil menengadah ke ke langit dan menangis. Dia berbicara dengan suara tinggi, Ia bicara kepada Allah :

“Aku bersyukur kepada-Mu, ya Allah, Tuhanku yang maha Pengasih dan Penyayang. Wahai Yang Maha Tahu bahwa istriku lagi sakit dan anak-anak ku lagi kelaparan. Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak-anak ku dan istriku dari penderitaan...”

Dia terus menangis dalam waktu cukup lama sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah.
Sang murid sangat terharu dengan pemandangan yang ia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dapat ia bendung.
Ketika itu guru yang bijak tersebut memasukkan pelajaran kepada muridnya :

“Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”

Sang murid menjawab:

“Aku telah mendapatkan pelajaran yang tidak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku. Sekarang aku baru paham makna kalimat yg dulu belum aku pahami sepanjang hidupku:

“Ketika kamu memberi, kamu akan memperoleh kebahagiaan yg lebih banyak daripada ketika kamu diberi”.

Sang guru melanjutkan pelajarannya.
Dan ketahuilah bahwa pemberian itu bermacam-macam :

• Memaafkan kesalahan orang di saat mampu melakukan balas dendam, adalah suatu pemberian.

• Mendo’akan temanmu dibelakangnya (tanpa sepengatahuannya) itu adalah suatu pemberian.

• Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya, juga suatu pemberian.

• Menahan diri dari membicarakan aib sesama kita dibelakangnya adalah pemberian juga.

Ini semua adalah pemberian.

*Marilah kita saling memberi dan Berbuat baik niscaya hidup ini menjadi indah.

__

Ikuti artikel-artikel seperti ini atau update dari AyoAmal melalui media-media berikut ini :
Facebook Page : http://facebook.com/AyoAmal
Instagram : http://instagram.com/ayoamal
Twitter : http://twitter.com/ayo_amal


Bagikan :

Tinggalkan komentar Anda :
Silahkan masuk ke akun Anda terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.

Masuk